Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa Pemilu Legislatif 2009 merupakan pemilu yang paling brengsek. Kebrengsekan itu bermula dari daftar pemilih tetap (DPT) yang brengsek. Kemudian bertambah brengsek menjadi superbrengsek karena tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas DPT yang brengsek itu. Siapakah yang bersalah? Pemerintah tidak mau disalahkan sendiri. Pemerintah juga menunjuk Komisi Pemilihan Umum, partai politik, bahkan rakyat yang memiliki hak pilih ikut bersalah. (Kutipan dari Editorial Media Indonesia yang berjudul “Melempar Tanggung Jawab“, edisi Jum`at 17 April 2009).
Membaca editorial Media Indonesia edisi Jum`at ini, pastilah pembaca akan segera memberi respon yang berbeda-beda khususnya mengenai kata brengsek itu, sengaja saya menebalkan hurufnya karena saya akan membahas kata itu memang dan betapa buruknya hasil perhitungan pusat tabulasi nasional yang akan ditutup hari ini. Keep reading →